Selasa, 03 Desember 2013

Sepucuk Surat Untuk Sahabat


Hai Sahabat,
     Malam ini begitu sunyi, ditempat yang dulu biasanya selalu ramai dengan sorak sorai kita tapi sekarang berubah bagaikan kuburan di tengah malam.
Masih di Kota ini, di tempat yang selalu aku rindukan, aku termenung menatap langit sembari membayangkan kisah kita dahulu.
Keceriaan yang selalu menghiasi wajah kita, kadang tangisan pun mampir di pipi kita, bahkan amarah juga pernah singgah di hati kita ketika kita tak bisa memahami satu sama lain lagi.

     Kini jarak memisahkan sebagian dari kita, untuk meraih cita-cita yang sudah terancang di dalam diri masing-masing. Tapi aku masih tetap disini, di tempat ini membayangkan semua tentang kita dahulu.
Ntah sampai kapan kita akan seperti ini dan ntah kapan saat - saat yang indah dulu akan terulang lagi walaupun dengan versi cerita kita yang terbaru.

     Akupun tersadar dari lamunanku, ketika tetesan air hujan jatuh di kelopak mata. Semoga selalu ada cerita bahagia dari kita walaupun kita terpisah,  hingga cerita itu tak bisa terdengar lagi sampai perpisahan yang tak kita inginkan datang.

Salam sahabat !

Senin, 26 Maret 2012

Aku Juga Ingin di Mengerti




Sebenarnya air mata tak ingin menetes setiap hari
Sebenarnya hati tak ingin disakiti setiap saat
Dan sebenarnya jiwa ini pun tak ingin terus – terusan bersedih
Namun semua tak bisa di tahan

Mata ini selalu melihat apa yang terjadi disini
Telinga pun selalu mendengar semua yang di ucapkan
Bibir ini pun selalu berbicara walau tak pernah dihiraukan
Dan hati ini juga bisa merasakan apa yang selalu terjadi

Jumat, 09 Maret 2012

Tak Seperti Dulu Lagi



Canda tawa yang dulu tak pernah hilang
Gurauan yang dulu tak pernah terlupakan
Gembira yang dulu tak bisa di gantikan
Sekarang tinggal sebuah cerita
Sekarang tinggal sebuah sejarah persahabatan
Dan sekarang hanya tinggal kenangan
Kenangan manis yang tak akan pernah di lupakan

Kamis, 05 Januari 2012

Di Ujung Penantian



Disini ku sendiri
Hanya bisa berharap, tak bisa berbuat
Disini ku sendiri
Hanya bisa bernyanyi, walau tanpa irama
Disini ku sendiri
Hanya bisa menangis, walau tanpa air mata

Kulakukan semua,
Karena ku sangat merindukanmu
Kulakukan semua,
Karena ku sangat mencintaimu
Kulakukan semua,
Karena ku sangat menyayangimu

Rabu, 05 Oktober 2011

" IBU "


“Oh ibuku engkau lah wanita yang kucinta selama hidupku, maaf kan anak mu bila ada salah pengorbanan mu tanpa balas jasa” jika mendengar sepenggal lirik lagu dari Band Sakha tadi, kita pasti akan terbayang dengan bagaimana besar nya kasih sayang ibu untuk anak nya. Bagi ku ibu adalah wanita yang sangat kuat, walaupun begitu banyak masalah yang datang kepada nya namun dia selalu tersenyum di depan anak - anak nya. Kita mungkin belum sadar begitu besarnya pengorbanan seorang ibu untuk anak-anak nya dan suami, Ibu lah yang rela menjaga kita di dalam kandungannya selama 9 bulan, Ibu lah yang selalu bangun pagi – pagi untuk menyiapkan sarapan dan segala keperluan anak dan suami nya. Namun ketika anak – anak nya sudah beranjak dewasa, mereka lupa akan apa yang telah di berikan ibu nya kepada mereka. Contoh kecil nya saja jika ibu menyuruh membantu nya bekerja pasti si anak selalu membantah dan banyak alasan, ini juga sering terjadi pada saya sendiri. Sebagian anak remaja sekarang pasti juga melakukan itu kepada ibu nya, namun mereka tidak pernah menyadari betapa sakit nya hati seorang ibu jika anak nya selalu saja membantah perkataan nya.